Minggu, 16 Agustus 2015

Lingkungan Kita Butuh Inovasi!

sudah cukup lama ane engga posting dimari. kali ini ane akan ngepost kembali dengan topik yang cukup familiar di telingan kita, yaitu tentang permasalahan lingkungan. yap, tentunya dengan bahasa yang sedikit lebih formal. mari disimak...

Saat ini, perkembangan dunia sudah sangat maju. Jika kita menilik kembali ke beberapa puluh tahun yang lalu, kita akan mendapati perubahan yang sangat besar . Perubahan tersebut misalnya berupa jumlah penduduk, bentuk transportasi, bahkan sampai perubahan kebudayaan dalam masyarakat. Masih ada banyak lagi perubahan yang bisa kita temukan jika kita memperhatikannya. Tentu saja, tidak sedikit orang yang merasa bahagia dengan adanya perubahan dan perkembangan tersebut.  Sebab saat ini dunia kita sudah dapat dikatakan maju.
Perkembangan  pada dunia kita ini membuat kita menjadi semakin terbantu dalam melasanakan tugas-tugas kita, memenuhi kebutuhan-kebutuhan sehari-hari kita. Misalnya saja, dahulu orang-orang harus menempuh perjalanan yang cukup jauh, bahkan ada yang merasa sangat jauh, untuk membeli barang-barang untuk keperluan sehari-hari di pasar, misalnya saja bahan makanan seperti sayuran. Bahkan, tidak sedikit orang yang memutuskan untuk menanam sendiri sayuran untuk mereka konsumsi. Mereka lebih memilih untuk menanam sayuran sendiri, ketimbang harus membeli di pasar yang jaraknya lumayan jauh. Meskipun saat ini masih ada yang merasakan demikian, namun jumlah orang yang merasakan demikian tidaklah sebanyak dulu. Saat ini masyarakat kita sudah sangat terbantu dengan adanya pusat perbelanjaan. Tentunya pusat perbelanjaan ini membantu memangkas jarak untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Itu hanyalah sebagian kecil dari perubahan dan perkebembangan yang dapat kita temui saat ini.
Namun, tidak semua perubahan dan perkembangan (yang kita anggap positif) tersebut membawa dampak yang positif juga. Dampak yang sudah umum diketahui yaitu pemanasan global. Selain itu, jika melihat dari contoh yang telah diceritakan sebelumnya (yaitu tentang pembangunan pusat perbelanjaan), perkembangan dunia di bidang pembangunan, membuat berkurangnya lahan sebagai media serap air karena lahan-lahan yang awalnya ditumbuhi banyak pepohonan perlahan semakin habis karena digunakan sebagai lahan untuk membangun pusat perbelanjaan lainnya, perkantoran. Hasilnya, tidak sedikit daerah yang mengalami banjir karena media serap yang berkurang. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka dampak yang dihaslikan akan menjadi lebih buruk.

Untuk itu, salah satu solusi inovatif untuk mengatasi permasalahan kurangnya lahan penyerapan, yaitu dengan menambah lahan untuk penyerapan itu sendiri. Namun, bagaimana cara untuk menambah lahan yang digunakan sebagai media serap? Tentunya bukan dengan memaksa untuk merobohkan satu persatu gedung yang telah dibangun. Namun, dengan merubah konstruksi dari bangunan yang akan dibangun di kemudian hari. Bangunan yang akan dibangun dikemudian hari harus dapat dijadikan sebagai media serap air, yang berfungsi sebagai pengganti media serap air yang sudah digunakan bangunan tersebut untuk berdiri. Untuk saat ini, sudah ada bangunan-bangunan yang dapat kita lihat (meskipun tidak banyak) yang memiliki media serap di bagian atasnya. Misalanya saja gedung ini:

Selain untuk media penyerapan, taman yang dibangun di atas gedung tersebut dapat digunakan sebagai penambah nilai estetika. Lain halnya dengan gedung dari Nanyang Technological University, atap dari gedungnya sangat membantu sebagai media serap air. Selain membantu sebagai media penyerapan, atap yang ditumbuhi dengan tanaman tersebut memberikan pengalaman baru saat belajar. Atapnya yang ditumbuhi rumput itu juga berfungsii sebagai pelindung bangunan tersebut. Tanamanrumput tersebut juga dapat menyejukkan dan mendinginkan udara sekitar. Air yang diserap atau ditampung tersebut juga dapat digunakan untuk keperluan irigasi tumbuhan yang berada di sekitarnya.

 Tentunya ini adalah sebuah konsep yang mengagumkan. Bayangkan jika semakin banyak gedung yang menggunakan konsep ini, semakin banyak pula permasalahan yang bisa dikurangi. Misalnya saja permasalahan banjir. konsep bangunan dengan media serap ini dapat dimulai dari yang sederhana, seperti pada contoh gambar yang pertama. konsep tersebut dapat digunakan pada bangunan apartemen, hotel, perkantoran, dan lain sebagainya. Namun, konsep dari bangunan Nanyang Technological University tentunya juga akan bermanfaat bagi banyak orang jika semakin banyak diterapkan.



Sebenarnya, cukup banyak inovasi yang dapat dilakukan untuk memperbaiki lingkungan kita saat ini. Misalnya saja, kita dapat membangun sebuah bangunan yang dapat menyerap energi panas, dan menyalurkannya dalam bentuk yang lain misalnya energi cahaya. Hal tersebut dapat kita lihat pada bangunan Supertree yang dapat kita jumpai di Singapura. Selain bentuknya yang menarik, bangunan ini membantu mleawan suhu yang memanas dengan menyerap panas dan disalurkan menjadi lampu yang menerangi kota.





Sumber:
- sumber 2


Disusun untuk memenuhin tugas APMB Teknik USU 2015
Teknik Jaya Teknik Bersatu!

1 komentar: