sudah cukup lama ane engga posting dimari. kali ini ane akan ngepost kembali dengan topik yang cukup familiar di telingan kita, yaitu tentang permasalahan lingkungan. yap, tentunya dengan bahasa yang sedikit lebih formal. mari disimak...
Saat ini, perkembangan dunia sudah sangat maju.
Jika kita menilik kembali ke beberapa puluh tahun yang lalu, kita akan
mendapati perubahan yang sangat besar . Perubahan tersebut misalnya berupa
jumlah penduduk, bentuk transportasi, bahkan sampai perubahan kebudayaan dalam
masyarakat. Masih ada banyak lagi perubahan yang bisa kita temukan jika kita
memperhatikannya. Tentu saja, tidak sedikit orang yang merasa bahagia dengan
adanya perubahan dan perkembangan tersebut.
Sebab saat ini dunia kita sudah dapat dikatakan maju.
Perkembangan
pada dunia kita ini membuat kita menjadi semakin terbantu dalam
melasanakan tugas-tugas kita, memenuhi kebutuhan-kebutuhan sehari-hari kita.
Misalnya saja, dahulu orang-orang harus menempuh perjalanan yang cukup jauh,
bahkan ada yang merasa sangat jauh, untuk membeli barang-barang untuk keperluan
sehari-hari di pasar, misalnya saja bahan makanan seperti sayuran. Bahkan,
tidak sedikit orang yang memutuskan untuk menanam sendiri sayuran untuk mereka
konsumsi. Mereka lebih memilih untuk menanam sayuran sendiri, ketimbang harus
membeli di pasar yang jaraknya lumayan jauh. Meskipun saat ini masih ada yang
merasakan demikian, namun jumlah orang yang merasakan demikian tidaklah
sebanyak dulu. Saat ini masyarakat kita sudah sangat terbantu dengan adanya
pusat perbelanjaan. Tentunya pusat perbelanjaan ini membantu memangkas jarak
untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Itu hanyalah sebagian kecil dari
perubahan dan perkebembangan yang dapat kita temui saat ini.
Namun, tidak semua perubahan dan perkembangan
(yang kita anggap positif) tersebut membawa dampak yang positif juga. Dampak yang
sudah umum diketahui yaitu pemanasan global. Selain itu, jika melihat dari
contoh yang telah diceritakan sebelumnya (yaitu tentang pembangunan pusat
perbelanjaan), perkembangan dunia di bidang pembangunan, membuat berkurangnya
lahan sebagai media serap air karena lahan-lahan yang awalnya ditumbuhi banyak
pepohonan perlahan semakin habis karena digunakan sebagai lahan untuk membangun
pusat perbelanjaan lainnya, perkantoran. Hasilnya, tidak sedikit daerah yang
mengalami banjir karena media serap yang berkurang. Jika kondisi ini terus
dibiarkan, maka dampak yang dihaslikan akan menjadi lebih buruk.
Untuk itu, salah satu solusi inovatif untuk
mengatasi permasalahan kurangnya lahan penyerapan, yaitu dengan menambah lahan
untuk penyerapan itu sendiri. Namun, bagaimana cara untuk menambah lahan yang
digunakan sebagai media serap? Tentunya bukan dengan memaksa untuk merobohkan
satu persatu gedung yang telah dibangun. Namun, dengan merubah konstruksi dari
bangunan yang akan dibangun di kemudian hari. Bangunan yang akan dibangun dikemudian hari harus dapat dijadikan
sebagai media serap air, yang berfungsi sebagai pengganti media serap air yang
sudah digunakan bangunan tersebut untuk berdiri. Untuk saat ini, sudah ada
bangunan-bangunan yang dapat kita lihat (meskipun tidak banyak) yang memiliki
media serap di bagian atasnya. Misalanya saja gedung ini:
Selain untuk media penyerapan, taman yang
dibangun di atas gedung tersebut dapat digunakan sebagai penambah nilai
estetika. Lain halnya dengan gedung dari Nanyang Technological University, atap
dari gedungnya sangat membantu sebagai media serap air. Selain membantu sebagai
media penyerapan, atap yang ditumbuhi dengan tanaman tersebut memberikan
pengalaman baru saat belajar. Atapnya yang ditumbuhi rumput itu juga berfungsii
sebagai pelindung bangunan tersebut. Tanamanrumput tersebut juga dapat
menyejukkan dan mendinginkan udara sekitar. Air yang diserap atau ditampung
tersebut juga dapat digunakan untuk keperluan irigasi tumbuhan yang berada di sekitarnya.
Tentunya ini adalah sebuah konsep yang mengagumkan. Bayangkan jika semakin banyak gedung yang menggunakan konsep ini, semakin banyak pula permasalahan yang bisa dikurangi. Misalnya saja permasalahan banjir. konsep bangunan dengan media serap ini dapat dimulai dari yang sederhana, seperti pada contoh gambar yang pertama. konsep tersebut dapat digunakan pada bangunan apartemen, hotel, perkantoran, dan lain sebagainya. Namun, konsep dari bangunan Nanyang Technological University tentunya juga akan bermanfaat bagi banyak orang jika semakin banyak diterapkan.
Sebenarnya, cukup banyak inovasi yang dapat dilakukan untuk memperbaiki lingkungan kita saat ini. Misalnya saja, kita dapat membangun sebuah bangunan yang dapat menyerap energi panas, dan menyalurkannya dalam bentuk yang lain misalnya energi cahaya. Hal tersebut dapat kita lihat pada bangunan Supertree yang dapat kita jumpai di Singapura. Selain bentuknya yang menarik, bangunan ini membantu mleawan suhu yang memanas dengan menyerap panas dan disalurkan menjadi lampu yang menerangi kota.
Sumber:
- sumber 1

