ane kembali ngepost!
kali ini pembahasannya adalah Wi-Fi.
siapa sih yang ga tau Wi-Fi?
hampir dari semua pembaca postingan ini pasti pernah memanfaatkan Wi-Fi. Seperti telah kita ketahui bersama, Wi-Fi adalah sebuah teknologi yang sudah berkembang sejak lama. Fungsinya yang pasti untuk bertukar data secara nirkabel (kaga pake kabel) antar komputerdan dapat menghubungkan perangkat kita (bisa smartphone, PC, Laptop, Tablet, dll) ke internet.
nah, biasanya sih di tempat-tempat yang ramai, terutama pusat-pusat perbelanjaan menyediakan sarana Free Wi-Fi. jadi ente ente bisa terhubung ke internet melalui Wi-Fi gratis yang tersedia. tapi ga semua Wi-Fi yang tersedia itu gratis loohh. ada juga Wi-Fi yang memerlukan akun atau username dan password agar bisa terhubung dengan internet,
sekarang sih memang udah jamannya Wi-Fi. bahkan untuk terhubung dengan internet, hampir di setiap rumah memiliki Wi-Fi pribadi.
kalo di luar rumah biasanya ada Free Wi-Fi. dan kalo udah ketemu yn namanya free Wi-Fi, pasti agan agan bakal seneng banget. udah bisa hemat kuota data, penggunaan Wi-Fi juga terbilang relatif gampang.
namun namun namun, apakah Wi-Fi 100% bermanfaat dan menguntungkan?
jawabannya TIDAK, selain bisa terbilang tidak aman untuk perangkat kita (bisa dicuri datanya atau lain sebagainya) sinyal yang dipancarkan oleh wifi mempunyai pengaruh yang buruk terhadap tubuh kita. meskipun radiasi yang dipancarkan tidak terlalu besar, tetapi tetap saja merugikan kita. nyatanya, pada tahun 2011, ada sebuah penelitian yang menyatakan bahwa aktivitas otak siswa laki-laki menurun di daerah yang terpancar radiasi Wi-Fi.
masih belum yakin dengan pengaruh buruk dari Wi-Fi?
mari baca Artikel berikut:
mari baca Artikel berikut:
KOMPAS.com – Bagi banyak orang, adanya Wi-Fi gratis sangat bermanfaat. Sejumlah hotel, restoran, hingga taman kini menyediakan layanan Wi-Fi. Namun, adanya Wi-Fi di banyak tempat justru membuat wanita di Inggris, Mary Coales (63) khawatir.
Mary mengaku mulutnya merasa linu ketika dekat dengan pancaran Wi-Fi. Ia percaya telah menderita sindrom intoleransi hipersensitivitas elektromagnetik (electromagnetic hypersensitivity intolerance syndrome/EHS).
Banyak yang percaya bahwa radiasi dari Wi-Fi meskipun tidak terlalu tinggi mampu menyebabkan sakit kepala, lesu,dan mual hingga kesulitan bernapas, bahkan kelumpuhan. Mereka juga takut radiasi dapat menyebabkan kanker, penyakit autoimun, dan gangguan saraf dalam jangka panjang.
"Seluruh hidup saya berubah. Saya harus menemukan cara untuk menghindari Wi-Fi dan sinyal telepon. Wi-Fi di mana-mana sekarang, sehingga sangat sulit bagi saya untuk menghindarinya. Bahkan lebih sulit dari menghindari orang-orang yang menggunakan ponsel,” ujar Mary.
Sebuah penelitian tahun 2011 menemukan bahwa aktivitas otak siswa laki-laki menurun di daerah yang terpancar radiasi Wi-Fi.
Hasil penelitian American Society for Reproductive Medicine pada tahun 2010 juga menyatakan bahwa sinyal wifi secara signifikan juga dapat mengganggu aktivitas otak pada wanita muda.
Namun sindrom intoleransi hipersensitivitas elektromagnetik atau EHS belum diakui secara medis di Inggris. Badan Perlindungan Kesehatan Inggris menyatakan tidak ada bukti ilmiah yang menghubungkan antara gangguan kesehatan dengan peralatan elektronik, meskipun banyak orang yang merasakan dampaknya.
Salah satu dokter GP NHS di Somerset, Andrew Tresidder mengaku prihatin EHS tidak diakui secara medis. Andrew mengaku telah banyak mendapati pasien yang mengeluhkan gejala EHS.
“Sensitivitas Electro adalah penyakit yang sangat nyata, " kata dia.
Menurut dia, sel-sel dalam tubuh bisa sensitif dengan jenis gelombang energi, seperti suara dan cahaya. Oleh karena itu, tak heran jika sel tubuh juga bisa sensitif terhadap jenis lain, seperti gelombang radio.
Sementara itu, Direktur Fisika Medis di Royal Berkshire NHS Foundation Trust, Malcolm Sperrin menilai tidak ada bukti mengenai hubungan antara sinyal ponsel, WiFi dan penyakit.
"Tingkat radiasi dari mereka sangat rendah. Dalam banyak kasus, hampir tidak terdeteksi (radiasi). Intensitas radiasi Wi-Fi100.000 kali lebih kecil dari oven microwave,” kata dia.
Tak hanya Mary, seorang musisi Ricky Gardiner (66), yang pernah menjadi pemain gitar untuk Iggy Pop dan David Bowie di tahun 70-an itu juga merasakan hal yang sama. Ricky percaya penyakitnya itu muncul karena ia sering membuat musik menggunakan lima komputernya.
"Ini dimulai dengan kehangatan aneh dalam tubuh saya. Pertengahan tahun 90-an, saya merasa sangat tidak sehat, dengan detak jantung dan pernapasan masalah tidak teratur," kata Ricky.
Hal yang sama dialami Sue Brown (53). Ia terpaksa mengundurkan diri sebagai guru di sebuah sekolah independen bergengsi tiga tahun lalu setelah Wi-Fi dipasang di sekolah itu. Brown mengaku mengalami kesulitan tidur pada malam hari, sakit kepala, dan terkadang mereasa mual. Dokter pun memberikan obat penghilang rasa sakit, namun tidak berhasil.
"Sekarang, saya tidak bisa pergi ke mana pun, karena Wi-Fi begitu luas. Gejala yang menghebohkan, tapi ketika saya menceritakannya, orang-orang melihat seolah-olah saya gila, " ucap Brown.
bagaimana?
udah tau kan bahaya Wi-Fi?
hati-hati ya dalam menggunakan Wi-Fi
udah tau kan bahaya Wi-Fi?
hati-hati ya dalam menggunakan Wi-Fi
coba deh untuk bijak saat terhubung dengan Internet, agar ga merugikan kita sendiri. :D
